Chief Editor/Content Director

Investasi Berbasis Mawah: Menghidupkan Tradisi Aceh untuk Konservasi Hutan Wakaf

Mawah merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang telah dipraktikkan secara turun-temurun sebagai sistem kerja sama berbasis bagi hasil. Dalam tradisi ini, seseorang yang memiliki aset (si pemawah) mempercayakan aset tersebut kepada pihak lain untuk dikelola. Keuntungan yang diperoleh kemudian dibagi sesuai kesepakatan, sementara risiko dan tanggung jawab dipikul secara adil oleh kedua belah […]

Investasi Berbasis Mawah: Menghidupkan Tradisi Aceh untuk Konservasi Hutan Wakaf Read More »

Siapa Pemilik Hutan?

Di hadapan sebuah hutan tua, pertanyaan itu terdengar sederhana: siapa pemilik hutan? Sebagian akan menjawab negara. Sebagian lagi menyebut perusahaan yang mengantongi izin. Ada pula yang menunjuk masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengannya selama berabad-abad. Dalam bahasa hukum, semua jawaban itu memiliki pijakan. Namun, dalam bahasa ekologi, jawabannya jauh lebih rumit. Hutan tidak pernah

Siapa Pemilik Hutan? Read More »

Hutan, Sekolah yang Tak Pernah Tutup

Di tengah kegemaran manusia membangun ruang-ruang belajar yang semakin canggih, ada satu tempat yang sejak lama menyediakan pengetahuan tanpa pagar, tanpa tembok, dan tanpa batas jam pelajaran: hutan. Ia adalah laboratorium alam yang bekerja sepanjang waktu, menghadirkan pelajaran yang tidak selalu ditemukan dalam buku teks atau ruang kelas. Di bawah rindang pepohonan, proses kehidupan berlangsung

Hutan, Sekolah yang Tak Pernah Tutup Read More »

Warga Mukim Lamteuba Tanam Ratusan Pohon di Hutan Wakaf Seulimum

AJNN Mengabarkan: ACEH BESAR – Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW) bersama masyarakat Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, menanam ratusan pohon hutan dan tanaman multiguna (Multi Purpose Tree Species/MPTS) di kawasan Hutan Wakaf Seulimum pada 6–7 Juni 2026. Penanaman dilakukan di area Hutan Wakaf Seulimum yang selama ini dikembangkan sebagai laboratorium hidup

Warga Mukim Lamteuba Tanam Ratusan Pohon di Hutan Wakaf Seulimum Read More »

Membunuh Hutan untuk Pembangunan

Dari udara, hamparan kebun monokultur tampak hijau, rapi, dan menjanjikan. Ribuan hektar kelapa sawit, karet, atau akasia membentang tanpa putus. Bagi sebagian orang, pemandangan itu adalah simbol kemajuan ekonomi. Namun bagi ekologi, hamparan hijau seragam itu sering kali menyimpan kenyataan yang lebih suram: hilangnya hutan yang sesungguhnya. Kita kerap keliru menyamakan pohon dengan hutan. Padahal

Membunuh Hutan untuk Pembangunan Read More »

Menyelamatkan Hutan dari Akar Masalahnya

Indonesia kerap merayakan berbagai capaian konservasi hutan. Angka deforestasi disebut menurun. Kawasan lindung bertambah. Program rehabilitasi lahan terus diumumkan. Namun, di balik optimisme itu, kenyataan di lapangan sering menghadirkan cerita yang berbeda. Hutan terus menyusut, satwa kehilangan habitat, sungai tercemar, dan konflik agraria tak kunjung selesai. Masalahnya bukan terletak pada kurangnya slogan penyelamatan hutan. Yang

Menyelamatkan Hutan dari Akar Masalahnya Read More »

Jadi Petani Seperti Ilmuan

“Bang, jadi petani itu capek ya?” tanya Rahmat sambil memandangi tanaman yang baru selesai disiangi. “Sibuk, Mat. Tapi bukan sekadar sibuk bekerja. Yang lebih penting adalah memahami kehidupan yang sedang kita rawat.” Rahmat mengernyit. “Maksudnya?” “Banyak orang mengira petani hanya menanam, memupuk, lalu panen. Padahal petani yang baik harus mengerti tata air, membaca iklim, mengenali

Jadi Petani Seperti Ilmuan Read More »

Official Website

“Mengapa Website?” “Bang, saya masih penasaran,” tanya Rahmat suatu sore. “Mengapa IKHW begitu serius mengelola website? Bukankah media sosial sudah cukup?” Saya tersenyum. “Pertanyaan bagus. Media sosial itu seperti pasar. Ramai, cepat, dan kadang gaduh. Tapi website adalah rumah.” “Dan rumah yang baik selalu memiliki pintu yang terbuka bagi siapa saja yang ingin memberi kontribusi.”

Official Website Read More »