Kabar HW

Jadi Petani Seperti Ilmuan

“Bang, jadi petani itu capek ya?” tanya Rahmat sambil memandangi tanaman yang baru selesai disiangi. “Sibuk, Mat. Tapi bukan sekadar sibuk bekerja. Yang lebih penting adalah memahami kehidupan yang sedang kita rawat.” Rahmat mengernyit. “Maksudnya?” “Banyak orang mengira petani hanya menanam, memupuk, lalu panen. Padahal petani yang baik harus mengerti tata air, membaca iklim, mengenali

Jadi Petani Seperti Ilmuan Read More »

Official Website

“Mengapa Website?” “Bang, saya masih penasaran,” tanya Rahmat suatu sore. “Mengapa IKHW begitu serius mengelola website? Bukankah media sosial sudah cukup?” Saya tersenyum. “Pertanyaan bagus. Media sosial itu seperti pasar. Ramai, cepat, dan kadang gaduh. Tapi website adalah rumah.” “Dan rumah yang baik selalu memiliki pintu yang terbuka bagi siapa saja yang ingin memberi kontribusi.”

Official Website Read More »

Yang Datang Paling Awal

“Bang,” kata Rahmat suatu sore, ketika halaman ikhw.org baru saja selesai diperbarui, “kenapa abang selalu ingat nama orang-orang yang pertama mendukung gerakan ini?” Saya tersenyum. Di luar, angin bergerak pelan. Daun-daun seperti sedang membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar terlalu jelas. “Karena,” jawab saya, “orang yang datang di awal itu datang bukan saat kita

Yang Datang Paling Awal Read More »

Fiqih Bertemu Filsafat Lingkungan

Dari Khaibar ke Jantho, dari sedekah jariyah ke konservasi masa depan Di sebuah lembah tua bernama Khaibar, lebih dari empat belas abad lalu, seorang sahabat Nabi, Umar bin Khattab menerima sebidang tanah yang sangat subur. merasa tanah itu berbeda dari harta lain yang pernah ia miliki. Nilainya besar, potensinya menjanjikan. Tetapi alih-alih mengolahnya sebagai milik

Fiqih Bertemu Filsafat Lingkungan Read More »

Tiyo alba, Penjaga Sunyi

Di Hutan Wakaf, malam tak pernah benar-benar sepi. Ketika cahaya terakhir tenggelam di sela tajuk dan jalan-jalan setapak mulai larut dalam gelap, hutan berubah menjadi ruang yang mendengar dirinya sendiri. Jangkrik memulai ritme. Daun bergerak pelan disentuh angin. Lalu, dari kejauhan, terdengar satu suara yang khas—serak, tajam, sekejap memecah sunyi. Itulah suara Tiyo alba .

Tiyo alba, Penjaga Sunyi Read More »

Gotong Royong Warga di Hutan Wakaf Seulimum

ACEH BESAR — Semangat menjaga hutan terus tumbuh di tengah masyarakat. Pada Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, masyarakat Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, bergotong royong melakukan pembersihan lahan di kawasan Hutan Wakaf Seulimum. Kegiatan ini melibatkan laki-laki dan perempuan dari masyarakat setempat. Mengusung tema “Kesejahteraan Masyarakat melalui Penghijauan dan Reboisasi Berbasis

Gotong Royong Warga di Hutan Wakaf Seulimum Read More »

Media Partner

Percakapan tentang hutan akhirnya menemukan jalannya sendiri. Bukan melalui pidato panjang tentang karbon, bukan pula lewat statistik kehilangan tutupan pohon yang kerap membuat orang cepat lelah. Percakapan itu lahir dari kesadaran sederhana: krisis ekologis terlalu besar jika hanya dibicarakan di lingkar aktivis dan seminar kampus. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, barangkali hutan membutuhkan

Media Partner Read More »

Menjaga Kemungkinan

Ada yang pelan-pelan hilang dari hutan kita: suara burung yang dulu riuh menjelang pagi, dingin tanah yang menyimpan air, dan keyakinan bahwa pohon-pohon akan tetap berdiri lebih lama dari usia manusia. Yang tersisa sering kali hanya jejak alat berat, jalan-jalan baru yang membelah rimba, dan kabar tentang banjir yang datang semakin dekat ke permukiman. Gagasannya

Menjaga Kemungkinan Read More »