Audit dari Sebuah Gergaji
Ada ukuran keberhasilan restorasi hutan yang tidak pernah masuk tabel. Bukan berbentuk persentase tutupan lahan.Tidak…
Peta Hutan Wakaf Jantho dan Seulimum
Jelajahi Area Konservasi Hutan Wakaf Mulai navigasi melalui Google Maps. AREA 01 Kota Jantho, Kabupaten…
Menjaga Hutan, Menjaga Diri Sendiri
Hutan terlalu dekat untuk dikagumi, tetapi terlalu jauh untuk merasa dimiliki. Ada sebuah paradoks yang…
Hutan Wakaf: Ruang Kultural yang Menggetarkan Struktur Formal
Ada sesuatu yang sering luput dari cara kita memandang hutan wakaf. Ia kerap diperlakukan sebagai…
Hutan Diaudit, Tetapi Siapa yang Mengawasi Pengawas?
Ada sesuatu yang selalu terasa ganjil dalam tata kelola hutan kita: negara baru tampak sangat…
Investasi Berbasis Mawah: Menghidupkan Tradisi Aceh untuk Konservasi Hutan Wakaf
Mawah merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang telah dipraktikkan secara turun-temurun sebagai sistem…
Siapa Pemilik Hutan?
Di hadapan sebuah hutan tua, pertanyaan itu terdengar sederhana: siapa pemilik hutan? Sebagian akan menjawab…
Hutan, Sekolah yang Tak Pernah Tutup
Di tengah kegemaran manusia membangun ruang-ruang belajar yang semakin canggih, ada satu tempat yang sejak…
Warga Mukim Lamteuba Tanam Ratusan Pohon di Hutan Wakaf Seulimum
AJNN Mengabarkan: ACEH BESAR – Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW) bersama masyarakat Gampong Lambada,…
Membunuh Hutan untuk Pembangunan
Dari udara, hamparan kebun monokultur tampak hijau, rapi, dan menjanjikan. Ribuan hektar kelapa sawit, karet,…

- Kami membangun hutan, restorasi lanskap kritis, perlindungan sumber air, dan konservasi berbasis komunitas untuk memulihkan hubungan manusia dengan alam secara adil dan berkelanjutan.
- Melalui pendidikan eksperiensial berbasis alam dan komunitas, kami melahirkan kader muda yang memiliki kesadaran ekologis, etika lingkungan, serta kemampuan kolaboratif menghadapi krisis di masa depan.
- Kami menghubungkan komunitas, universitas, sekolah, seniman, pemerintah, swasta dan jaringan internasional untuk menciptakan solusi konservasi yang menggabungkan pengetahuan lokal, spiritualitas, dan sains ekologis.
Mungkin memang tidak semua orang akan masuk hutan. Tidak semua orang menanam pohon. Tetapi setiap orang, cepat atau lambat, akan merasakan akibat ketika hutan hilang: banjir yang datang lebih deras, udara yang semakin panas, dan sumber air yang mengering diam-diam.








