Editor

Pena yang Setia

Ihan Nurdin, Jurnalis Independen yang Paling Sering Mengabarkan Giat Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf Di tengah derasnya arus berita yang cepat datang lalu cepat pula hilang, ada cerita-cerita yang bertahan justru karena ditulis dengan sabar. Tentang pohon yang tumbuh perlahan. Komunitas yang bekerja tanpa perayaan besar. Orang-orang yang percaya bahwa merawat hutan adalah kerja panjang lintas […]

Pena yang Setia Read More »

Yang Datang Paling Awal

“Bang,” kata Rahmat suatu sore, ketika halaman ikhw.org baru saja selesai diperbarui, “kenapa abang selalu ingat nama orang-orang yang pertama mendukung gerakan ini?” Saya tersenyum. Di luar, angin bergerak pelan. Daun-daun seperti sedang membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar terlalu jelas. “Karena,” jawab saya, “orang yang datang di awal itu datang bukan saat kita

Yang Datang Paling Awal Read More »

Teduh yang Bekerja

Matahari di hutan wakaf siang itu sedang tegak. Jalan berbatu memantulkan cahaya. Udara di kawasan terbuka terasa kering dan menyengat. Tetapi beberapa langkah memasuki jalur hutan, keadaan berubah pelan-pelan. Cahaya menjadi remang yang lembut. Angin bergerak lebih tenang. Tanah terasa menyimpan dingin. Tubuh menangkap sesuatu yang sederhana, tetapi nyata: hutan sedang bekerja. Bukan kerja yang

Teduh yang Bekerja Read More »

Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas

Wakaf Hijau dan Ilusi Pembangunan Global: Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas Di banyak forum pembangunan hari ini, Sustainable Development Goals (SDGs) diperlakukan hampir seperti doktrin universal—sebuah bahasa tunggal yang dianggap mampu menjelaskan, mengarahkan, bahkan menyelesaikan berbagai krisis global: kemiskinan, degradasi lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Namun pertanyaannya jarang diajukan secara jujur:apakah semua solusi harus datang

Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas Read More »

Antitesis Hutan Wakaf

Pagi belum tinggi di hutan wakaf, di Aceh Besar. Kabut tipis masih menggantung di sela pepohonan ketika beberapa orang berjalan menanjak menuju lereng. Sebagian memanggul bibit. Sebagian lain membawa cangkul. Jalannya tanah merah, di beberapa titik licin selepas hujan malam. Dari kejauhan terdengar suara burung bersahutan. Tak ada seremoni di sana. Orang-orang itu datang seperti

Antitesis Hutan Wakaf Read More »

Visioner Itu

Visioner, barangkali, bukan pertama-tama soal kemampuan menebak masa depan. Ia lebih dekat pada kesediaan memandang jauh, ketika yang di depan mata justru sering kali kabur. Ada orang-orang yang hidup dengan cemas pada hari ini—dengan segala kerumitannya—dan itu wajar. Tapi orang yang visioner punya kebiasaan lain: ia menaruh pandangannya sedikit lebih jauh dari batas cakrawala yang

Visioner Itu Read More »

Gotong Royong Warga di Hutan Wakaf Seulimum

ACEH BESAR — Semangat menjaga hutan terus tumbuh di tengah masyarakat. Pada Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, masyarakat Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, bergotong royong melakukan pembersihan lahan di kawasan Hutan Wakaf Seulimum. Kegiatan ini melibatkan laki-laki dan perempuan dari masyarakat setempat. Mengusung tema “Kesejahteraan Masyarakat melalui Penghijauan dan Reboisasi Berbasis

Gotong Royong Warga di Hutan Wakaf Seulimum Read More »

Yang Tahu Cara

Di hutan yang jauh dari riuh ruang kelas, mahasiswa berjalan menapaki tanah lembab, mendengar desir angin yang menembus pepohonan, dan belajar bahwa hutan bukan sekadar kumpulan vegetasi. Ia adalah ruang pengetahuan, ruang tafakur, sekaligus ruang masa depan. Mereka menyaksikannya sendiri: tanah yang kehilangan daya simpan air, jejak pembukaan lahan, hingga fragmen hutan yang tersisa sebagai

Yang Tahu Cara Read More »