hutan wakaf

Yang Datang Paling Awal

“Bang,” kata Rahmat suatu sore, ketika halaman ikhw.org baru saja selesai diperbarui, “kenapa abang selalu ingat nama orang-orang yang pertama mendukung gerakan ini?” Saya tersenyum. Di luar, angin bergerak pelan. Daun-daun seperti sedang membicarakan sesuatu yang tidak ingin kita dengar terlalu jelas. “Karena,” jawab saya, “orang yang datang di awal itu datang bukan saat kita […]

Yang Datang Paling Awal Read More »

Antitesis Hutan Wakaf

Pagi belum tinggi di hutan wakaf, di Aceh Besar. Kabut tipis masih menggantung di sela pepohonan ketika beberapa orang berjalan menanjak menuju lereng. Sebagian memanggul bibit. Sebagian lain membawa cangkul. Jalannya tanah merah, di beberapa titik licin selepas hujan malam. Dari kejauhan terdengar suara burung bersahutan. Tak ada seremoni di sana. Orang-orang itu datang seperti

Antitesis Hutan Wakaf Read More »

Lanskap Hutan Wakaf

Penyelamatan Lanskap Hutan Wakaf: Investasi Peradaban yang Melampaui Konservasi Di tengah krisis ekologi yang kian terasa—banjir yang berulang, kekeringan yang memanjang, dan hilangnya keanekaragaman hayati—kita sering memandang hutan semata sebagai benteng terakhir alam. Namun, ketika hutan itu dilekatkan dengan konsep wakaf, maknanya bergeser jauh melampaui konservasi. Ia menjadi sebuah ikhtiar peradaban. Penyelamatan lanskap hutan wakaf

Lanskap Hutan Wakaf Read More »

Laboratorium Sunyi

LAPORAN EKSKLUSIF | IKHW.ORG Rosmidzatul Azila, akrab disapa Ziey. Seorang peneliti PhD yang tengah menelusuri jejak green waqf antara Indonesia dan Malaysia. Bukan sekadar studi perbandingan, riset ini bergerak di wilayah yang lebih dalam: mencari kemungkinan jembatan antara iman, kebijakan, dan lanskap yang terus tergerus. Ada satu hal yang sering luput dalam banyak penelitian: tempat

Laboratorium Sunyi Read More »

Lanskap Pengalaman

Firman, relawan hutan wakaf menunjuk ke daftar yang terpahat di prasasti hutan wakaf. Tangannya terangkat, seperti ingin menghubungkan yang tertulis dengan yang tumbuh di sekelilingnya. Hutan ini bukan sekadar kumpulan batang dan daun. Ia adalah pernyataan, atau mungkin pertanyaan tentang kepemilikan. Wakaf. Kata itu datang dari masa lampau, dari dunia di mana manusia percaya bahwa

Lanskap Pengalaman Read More »

Agroforestri Hutan Wakaf

Menyelamatkan Daerah Tangkapan Air, Menumbuhkan Harapan Baru Di lembah dan perbukitan Jantho serta Seulimum, Aceh Besar, Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW) memulai langkah baru: membangun proyek percontohan agroforestri di atas lahan wakaf seluas enam hektar.Langkah ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menumbuhkan sistem kehidupan — tempat manusia, pohon, tanah, dan air kembali saling menyokong. Agroforestri

Agroforestri Hutan Wakaf Read More »

HW – SMART

1. Dasar Konseptual & Latar Belakang IKHW didirikan sejak 2012 sebagai upaya merespons konversi hutan yang massif, khususnya di wilayah Jantho, yang memiliki lahan kritis dengan potensi besar dalam aspek ekologi, hidrologi, dan ekonomi masa depan . Sejak penggalangan dana kecil, saat ini IKHW berhasil memperoleh dan membangun hutan seluas 6 hektar . Hutan Wakaf

HW – SMART Read More »

Percakapan Manusia dan Alam

Mungkin, yang lebih penting dari sekadar menanam pohon adalah menanam kesadaran. Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf mengerti itu. Mereka bukan hanya menyusun peta lahan atau mengukur luas wilayah yang bisa dihutankan kembali, melainkan juga merawat gagasan bahwa alam memiliki nilai intrinsiknya sendiri: sebuah harga yang tidak bisa ditimbang oleh pasar, tidak bisa dihitung oleh timbangan

Percakapan Manusia dan Alam Read More »

Menanam Makna

Ada satu hal yang membuat sebuah komunitas berbeda dari sekadar kumpulan orang: keyakinan pada tujuan. Keyakinan itu bukan sekadar cita-cita yang dikibarkan seperti spanduk, melainkan visi yang dijalani, ditopang oleh disiplin dan keberanian. Itulah yang dikerjakan oleh Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf di Aceh. Mereka tidak lahir dari mimpi yang mengawang. Mereka tumbuh dari kenyataan

Menanam Makna Read More »

ingatan kolektif

Ada sesuatu yang abstrak, tapi nyata. Inisiatif konservasi yang lahir dari sebuah ide sederhana—mewakafkan tanah untuk dijadikan hutan—berdiri justru di wilayah antara rasionalitas ekologi dan misteri keyakinan. Konsepnya terang: ekosistem yang rusak mesti dipulihkan. Lahan kritis harus dibebaskan, pohon ditanam, tutupan hutan dikembalikan. Sebuah kerja nyata yang menuntut disiplin dan tenaga. Namun di atas fondasi

ingatan kolektif Read More »