Gotong Royong Warga di Hutan Wakaf Seulimum

ACEH BESAR — Semangat menjaga hutan terus tumbuh di tengah masyarakat. Pada Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, masyarakat Gampong Lambada, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, bergotong royong melakukan pembersihan lahan di kawasan Hutan Wakaf Seulimum.

Kegiatan ini melibatkan laki-laki dan perempuan dari masyarakat setempat. Mengusung tema “Kesejahteraan Masyarakat melalui Penghijauan dan Reboisasi Berbasis Food Forest dan Tanaman Farmakologi”, kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW), turut didukung oleh program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Hutan Wakaf Seulimum terus didorong menjadi ruang pembelajaran konservasi berbasis masyarakat, tempat nilai keberlanjutan, gotong royong, dan kepedulian terhadap alam dipraktikkan secara nyata di tengah kehidupan masyarakat Aceh.

Pelibatan masyarakat sejak awal menjadi bagian penting dalam gerakan konservasi ini. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaga dan merawat kawasan hutan secara bersama-sama.

Selain membersihkan lahan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kawasan hutan yang produktif sekaligus lestari. Konsep food forest yang dikembangkan menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan ini, konservasi tidak dipandang semata sebagai perlindungan alam, tetapi juga sebagai jalan membangun kesejahteraan masyarakat Gampong. Hutan diharapkan tetap terjaga, sementara masyarakat memperoleh manfaat jangka panjang dari kawasan yang dipulihkan.

Kegiatan gotong royong ini juga memperlihatkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Dengan keterlibatan warga secara langsung, semangat merawat hutan tumbuh sebagai kesadaran bersama, bukan sekadar program sesaat.

Hutan Wakaf Seulimum terus didorong menjadi ruang pembelajaran konservasi berbasis masyarakat, tempat nilai keberlanjutan, gotong royong, dan kepedulian terhadap alam dipraktikkan secara nyata di tengah kehidupan masyarakat Aceh.