Esai

Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas

Wakaf Hijau dan Ilusi Pembangunan Global: Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas Di banyak forum pembangunan hari ini, Sustainable Development Goals (SDGs) diperlakukan hampir seperti doktrin universal—sebuah bahasa tunggal yang dianggap mampu menjelaskan, mengarahkan, bahkan menyelesaikan berbagai krisis global: kemiskinan, degradasi lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Namun pertanyaannya jarang diajukan secara jujur:apakah semua solusi harus datang […]

Membaca Ulang SDGs dari Akar Komunitas Read More »

Visioner Itu

Visioner, barangkali, bukan pertama-tama soal kemampuan menebak masa depan. Ia lebih dekat pada kesediaan memandang jauh, ketika yang di depan mata justru sering kali kabur. Ada orang-orang yang hidup dengan cemas pada hari ini—dengan segala kerumitannya—dan itu wajar. Tapi orang yang visioner punya kebiasaan lain: ia menaruh pandangannya sedikit lebih jauh dari batas cakrawala yang

Visioner Itu Read More »

Kembali Ke Diri

Api kecil itu menyala di antara kayu-kayu yang patah. Tak besar. Tak pula hendak menandingi matahari. Tapi justru dari yang kecil dan nyaris sepele itu, manusia sering belajar tentang dirinya sendiri. Kita duduk di depannya seperti seseorang yang terlambat pulang. Sepatu berlumpur, tanah yang dingin, hutan yang membentang tanpa komentar. Tak ada pidato di sana.

Kembali Ke Diri Read More »

Lanskap Pengalaman

Firman, relawan hutan wakaf menunjuk ke daftar yang terpahat di prasasti hutan wakaf. Tangannya terangkat, seperti ingin menghubungkan yang tertulis dengan yang tumbuh di sekelilingnya. Hutan ini bukan sekadar kumpulan batang dan daun. Ia adalah pernyataan, atau mungkin pertanyaan tentang kepemilikan. Wakaf. Kata itu datang dari masa lampau, dari dunia di mana manusia percaya bahwa

Lanskap Pengalaman Read More »

Percakapan Manusia dan Alam

Mungkin, yang lebih penting dari sekadar menanam pohon adalah menanam kesadaran. Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf mengerti itu. Mereka bukan hanya menyusun peta lahan atau mengukur luas wilayah yang bisa dihutankan kembali, melainkan juga merawat gagasan bahwa alam memiliki nilai intrinsiknya sendiri: sebuah harga yang tidak bisa ditimbang oleh pasar, tidak bisa dihitung oleh timbangan

Percakapan Manusia dan Alam Read More »

Menanam Makna

Ada satu hal yang membuat sebuah komunitas berbeda dari sekadar kumpulan orang: keyakinan pada tujuan. Keyakinan itu bukan sekadar cita-cita yang dikibarkan seperti spanduk, melainkan visi yang dijalani, ditopang oleh disiplin dan keberanian. Itulah yang dikerjakan oleh Komunitas Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf di Aceh. Mereka tidak lahir dari mimpi yang mengawang. Mereka tumbuh dari kenyataan

Menanam Makna Read More »

ingatan kolektif

Ada sesuatu yang abstrak, tapi nyata. Inisiatif konservasi yang lahir dari sebuah ide sederhana—mewakafkan tanah untuk dijadikan hutan—berdiri justru di wilayah antara rasionalitas ekologi dan misteri keyakinan. Konsepnya terang: ekosistem yang rusak mesti dipulihkan. Lahan kritis harus dibebaskan, pohon ditanam, tutupan hutan dikembalikan. Sebuah kerja nyata yang menuntut disiplin dan tenaga. Namun di atas fondasi

ingatan kolektif Read More »