
Aceh Besar — Sobat Bumi Universitas Syiah Kuala (USK), komunitas penerima Beasiswa Sobat Bumi binaan Pertamina Foundation, melaksanakan Aksi Sobat Bumi Jilid 2 di kawasan Hutan Wakaf Jantho, Aceh Besar. Kegiatan ini difokuskan pada penanaman pohon dan edukasi lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam pemulihan ekosistem hutan.
Aksi tanam pohon dilaksanakan pada 3 Januari 2026 melalui kolaborasi dengan Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf dan komunitas Ruang Lingkup. Sebanyak 50 bibit pohon, terdiri dari pohon beringin dan cempaka (jeumpa), ditanam sebagai bagian dari upaya reboisasi dan pemulihan lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan 30 relawan, termasuk 15 anggota Sobat Bumi USK. Para peserta tidak hanya menanam bibit, tetapi juga mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik penanaman yang benar serta pemahaman tentang peran hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sumber air, dan mitigasi bencana.
Suasana kegiatan berlangsung kolaboratif dan penuh semangat. Para relawan bekerja secara berkelompok, saling berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai metode tanam berkelanjutan. Penyerahan bibit secara simbolis dari mentor Sobat Bumi USK kepada pengelola Hutan Wakaf menjadi penanda komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land), sebagai langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan ekosistem daratan.
Salah satu inisiator konservasi Hutan Wakaf Jantho, Afrizal Akmal, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan bagian penting dari pemulihan lingkungan berbasis reboisasi. Menurutnya, penanaman tidak hanya berorientasi pada jumlah pohon, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan.
“Penanaman pohon harus dilakukan dengan cara yang benar, mulai dari pemilihan jenis hingga teknik tanam. Hutan berfungsi sebagai penyangga ekosistem, sumber air, dan pelindung lingkungan sekitar. Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi tersebut,” ujar Akmal.
Salah satu relawan Sobat Bumi USK menilai kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang bermakna. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya edukatif, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam.
“Programnya seru dan membuka wawasan. Kami belajar langsung bagaimana menanam pohon dengan benar dan memahami bagaimana hutan dijaga. Ini memotivasi kami untuk terus terlibat dalam aksi lingkungan,” ujarnya.
Selain penanaman, peserta juga mengikuti sesi edukasi bertema “Pemulihan Lingkungan Berbasis Reboisasi” yang disampaikan oleh pengelola Hutan Wakaf, serta sesi “Pemuda Bergerak, Alam Terjaga” dari komunitas Ruang Lingkup. Rangkaian kegiatan meliputi pembagian kelompok, pendistribusian bibit, diskusi teknik tanam, hingga penyerahan sertifikat kepada para pemateri.
Rangkaian Aksi Sobat Bumi Jilid 2 berlanjut pada 8 Januari 2026 melalui kegiatan Aksi Pulihkan Bumi di SMAN 1 Lhoknga, berupa edukasi mitigasi bencana bagi siswa dan siswi sebagai upaya menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan lingkungan sejak dini.
Ke depan, Sobat Bumi USK menyatakan komitmennya untuk terus menanam berbagai jenis pohon serta memperluas edukasi lingkungan dengan metode yang inovatif. Melalui kegiatan ini, Sobat Bumi USK berharap semakin banyak generasi muda terlibat aktif dalam upaya pelestarian alam, mengingat pemulihan lingkungan membutuhkan kolaborasi dan komitmen jangka panjang.
#AksiSobatBumi2 #BeasiswaSobatBumi #IndonesiaPulihIndonesiaLestari